Translate

Sabtu, 15 Agustus 2015

Perang Mata Uang

Pada jaman dahulu kala...., ada perang Bharatayuda.
Pada jaman dahulu kala...., ada perang Badar.
Pada jaman dahulu kala...., ada perang Dunia I.
Disusul dengan perang Dunia II.

Setelah itu, muncul Perang Dingin, yang agak aneh bagi saya.... Perang kok dingin .... emang lempar-lemparan pakai es batu gitu .?

Yang terbaru, adalah perang Mata Uang. Yang ini yang disukai para pemain forex, semakin tinggi volatilitas mata uang antar negara, semakin seru perdagangan valasnya. Kesempatan dapet cuan semakin tinggi. Tapi jangan lupa , jebakan amsyong juga menganga lebar.

Dunia keuangan geger,  gegara China sengaja menurunkan  nilai mata uangnya , sebagai strategi untuk meningkatkan daya saing produknya di negara lain. Mata uang Yuan yang terus menguat selama beberapa tahun terakhir membuat China khawatir produk - produk ekspornya menjadi terlalu mahal bagi negara lain, karena memang marketing strategi China adalah pada  harga yang kompetitif.

Di Amerika, pasar saham anjlok. Di Indonesia, IHSG yang baru naik sedikit kembali rontok, rupiah pun tersungkur sementara waktu.

Rupannya, China mulai memainkan peran mengendalikan pergerakan ekonomi dunia.  Amerika dan Eropa pun mulai meredup. Dunia terus berputar.