Setelah banyak merenung........
akhirnya disadari bahwa hal terpenting dalam trading forex adalah masalah mental.
Berpuluh kali sudah meraup untuk 50% dalam waktu 2 atau 3 hari.....
tapi berpuluh kali pula selalu diikuti dengan rugi 100% dalam waktu seminggu berikutnya.
Segala kalkulasi fundamental dan kalkulasi teknis dipaktekkan, model split dalam paket kecil pun tak kurang dicoba. Tapi ternyata sejarah kembali terulang.
Intuisi, kalkulasi, resiko dan mental harus diramu dalam formula yang tepat. Namun sayang sekali, setelah tiga tahun berjuang belum kutemukan juga formula itu..., meskipun sesungguhnya para suhu sudah berulang kali mengingatkan dan mengingatkan. Ternyata saya memang terkenal bandel... nggugu karepe dhewe..... pengin CJDW. Gilanya lagi, berani nekat....
Semoga, formula tepat a la Khamid segera bisa diracik.
Salam.
Perjalanan panjang seorang trader forex yang jatuh bangun karena kebandelan dan "kengeyelan" nya terhadap mentor dan pengetahuannya sendiri.
Translate
Minggu, 09 Juni 2013
Rabu, 08 Mei 2013
Butuh INTUISI yang TAJAM .....
Intuisi......., makanan apa pula itu...?
Kata banyak orang, intuisi itu masih bersaudara dengan naluri, feeling, bisikan hati.
Konon, banyak orang sukses karena bakat intuisinya yang tajam.
Hallaahh..... lha kok seperti pisau saja....
Ngomong-ngomong..... kalau intuisi itu seperti pisau..., yang mesti sering diasah dan dipakai biar tetep tajam, karena kalau ndak dipakai bisa-bisa karatan dan tumpul.
Pertanyaan besar , intuisi saya ini tajam apa tumpul yaa ? atau jangan - jangan justru tumpul + karatan. Lha wong sudah 17 tahun nguli..., mental nadah tangan ...., adhem ayem berangkat pagi pulang sore akhir bulan gajian. MasyaAllah..... baru bangun.
Gawat !?#$ !
Siapa punya alat buat ngasah intuisi ????????
Kata banyak orang, intuisi itu masih bersaudara dengan naluri, feeling, bisikan hati.
Konon, banyak orang sukses karena bakat intuisinya yang tajam.
Hallaahh..... lha kok seperti pisau saja....
Ngomong-ngomong..... kalau intuisi itu seperti pisau..., yang mesti sering diasah dan dipakai biar tetep tajam, karena kalau ndak dipakai bisa-bisa karatan dan tumpul.
Pertanyaan besar , intuisi saya ini tajam apa tumpul yaa ? atau jangan - jangan justru tumpul + karatan. Lha wong sudah 17 tahun nguli..., mental nadah tangan ...., adhem ayem berangkat pagi pulang sore akhir bulan gajian. MasyaAllah..... baru bangun.
Gawat !?#$ !
Siapa punya alat buat ngasah intuisi ????????
Langganan:
Komentar (Atom)