Translate

Sabtu, 28 April 2012

Sulitnya DISIPLIN....

Kalau ditanya, apa yang paling sulit dalam menjalankan usaha ? Banyak orang menjawab dengan urutan : 1. Tidak ada modal dan sarana 2. Tidak ada koneksi 3. Banyaknya saingan. Sepintas, jawaban tadi semua sangat masuk akal, termasuk urutannya. Kemudian ketika usaha yang kita jalankan ternyata gagal dan bangkrut, maka ketiga hal diatas akan segera menjadi kambing hitam yang siap dikambinghitamkan, dan mereka bertiga tidak akan membela diri sama sekali. Yang mengherankan tetapi juga harus dimaklumi (alias tidak boleh heran), jarang sekali kita menjawab dan mengintropeksi diri bahwa kegagalan usaha lebih banyak disebabkan oleh : 1. Kurang pengetahuan 2. Malas 3. Kurang ulet 4. Kurang fokus 3. Kurang disiplin Dalam forex trading, 3 hal yang layak dikambinghitamkan tadi hampir-hampir tidak berlaku, lha wong modal juga bisa kecil-kecilan, koneksi alias KKN tidak diperlukan, saingan ? belum pernah dengar ada perebutan lahan dalam forex trading. Beda dengan bisnis parkir liar dan jualan narkoba, yang sering tawuran gara-gara rebutan lahan. Ok, mari kita selesaikan dan atasi kekurangan dan kelemahan kita dari point 1 sampai 4 , seabrek buku dan sederet website teori trading sudah menjadi langganan bacaan, berbagai berita ekonomi, politik dan perdagangan internasional sudah kita ikuti, , tapi masih sering tersungkur juga... Ternyata hal yang paling sulit untuk kita kendalikan adalah kelakuan kita, yang nggak konsisten menjalankan aturan, target, maupun sistem trading. Singkatnya , tantangan terbesar dalam trading forex adalah menjadi trader yang DISIPLIN.

Kamis, 26 April 2012

Masih berlanjut.....

Minggu ini masih sama kelamnya dengan minggu kemarin. Prediksi yang penuh emosional karena kerugian $200 justru semakin membuat terpuruk. satu minggu yang penuh volatilitas harus diamati dengan mata dan hati yang lebih luas. Sabar...........

Senin, 23 April 2012

Hanya butuh 1 minggu.......

Minggu kemarin adalah minggu yang kelam, tapi sekaligus membuka mata. Mata kepala, mata hati maupun mata ketiga. Gimana ndak kelam kalau kehilangan $200 hanya dalam seminggu. Padahal minggu sebelumnya cuma dapat $100. Kata banyak orang, hanya trader bijak yang bisa untung secara konstan. Kalau orang macam saya, katanya masih dalam taraf sangat pemula, yang untung 100 kemudian rugi 200. Rasanya memang butuh kesabaran yang ruaaar biasa...., selain itu juga mesti super cermat, buka lebar-lebar mata dan telinga kita terhadap berita internasional. Satu hal yang paling sulit saya kedalikan, yaitu sifat ngeyel, nafsu serakah dan keinginan untuk coba-coba alias gambling. Karena trading bukan gambling..., meskipun sama - sama ada resiko kehilangan. Tapi toh kejadian minggu kemarin ada hikmahnya, biasanya saya abaikan berita dan kalender di forexfactory.com. Saya abaikan karena kadang saya nggak percaya efeknya terhadap pergerakan forex, yang kedua sesungguhnya saya kurang paham bagaimana memahami berita yang disampaikan. Tapi dengan pengalaman pahit minggu lalu, saat ini saya sudah mulai bisa memahami makna berita dan economic calendar yang ada disana. Alhamdulillah.

Selasa, 17 April 2012

Pengantar.....

Sebuah catatan perjalanan tentunya berbeda dengan komentar dan analisis seorang ahli, meskipun bisa saja disini akan tertulis pendapat dan opini yang mungkin mengarah ke sebuah analisis. akan tetapi dalam hal ini, tidak ada keharusan ataupun tuntutan bahwa opini pada blog ini harus didasarkan teori baku disiplin ilmu tertentu.

Sebuah catatan perjalanan, blog trading forex ini akan mencatat segala pahit getir dan manisnya pengalaman menjadi trader, yang saat ini masih kecil-kecilan. Suatu saat nanti, saya yakin bahwa saya bisa menjadi trader besar yang mampu membiayai dan mengentaskan banyak kefakiran dan kemiskinan disekitar saya.

Amiin.

Sebuah Mukaddimah.....

Hari ini..,
baru saya sadari bahwa sudah hampir satu tahun merintis karir baru sebagai trader forex.

Perjalanan panjang, sudah hampir satu tahun dilalui tetapi masih tanpa perubahan berarti.

Berbagai macam pengalaman, yang kadang untung kecil, kadang juga rugi besar, semua terasa mendebarkan, memacu adrenalin. Yang ketika menjadi terlalu deras terkadang harus dikendalikan dengan beberapa batang Marlboro.

Selama ini, tidak pernah ada catatan perjalanan yang saya tulis sebagai rekam jejak perjuangan seorang trader. Untuk itu, mulai hari ini saya ingin membuat jurnal perjalanan saya sebagai trader forex. Harapannya, catatan ini sebagai bahan evaluasi dan bahan cerita perjuangan seorang bapak dari 2 orang anak laki-laki, yang mati-matian berusaha mempersiapkan biaya untuk bekal perjuangan anak-anaknya menjadi orang mapan secara mental dan financial (lha wong biaya sekolah jadi mahalll minta ampun…jee).

Semoga rasa malas menulis dan tidak mood yang terlalu sering menguasi diri saya segera menyingkir jauh... Amiin.