Translate

Kamis, 17 Mei 2012

Akhirnya masuk juga .....

Setelah satu minggu menunggu dengan berdebar-debar, akhirnya deposit $260 US bisa masuk juga. Yang membuat jantung dag-dig-dug, saat transfer dua kali terjadi kegagalan. Dicek posisi saldo, masih utuh. Amaan berarti. Tetapi esok pagi, cek saldo ternyata sudah terjadi debet. Dicek ke inquiry transaksi, sudah terjadi transfer. Lihat ke history "transaksi sukses", tidak ada. Bukti bahwa tranfer telah sukses juga tak ada. Masih penasaran, cek ke email, tidak ada konfirmasi bahwa transfer berhasil. Ya Alloh... hanya kepadaMu hambamu ini mohon pertolongan. Tunggu 5 hari,... tidak ada perkembangan. Telpon ke layanan call centre. Jawabanya akan dicek. Nunggu lagi 2 hari, belum ada perkembanan. Pasrah deh.... Tapi pagi tadi, tiba - tiba udah muncul deposit $245. Alhamdulillah.., ndak papa kepotong $15, yang entah siapa yang motong. Bank apa dealer ? terserah deh..., yang penting hari ini bisa trading di dealer baru dan langsung dapat profit $10, InsyaAlloh.

Rabu, 09 Mei 2012

Kembali tersungkur

Setelah sempat bangkit dari keterpurukan pada minggu lalu, 3 hari ini kembali tersungkur. Butuh ketahanan extra untuk bertahan di forex trading. Saya nggak tahu seberapa kuat saya bertahan, tapi saya tetap mencoba untuk menjadi bola karet yang tahan banting, tahan benturan dan tahan begadang.

Jumat, 04 Mei 2012

Bangkrut dulu ....., baru mau belajar dan berhati-hati.

Setelah mengalami kebangkrutan yang parah, banyak orang baru sadar bahwa selama ini banyak kekeliruan dan kesalahan. Termasuk juga saya. Kemarin sebelum bangkrut, saya merasa sudah menjadi trader jagoan, yang menganggap berita dan release data di forexfactory adalah informasi biasa-biasa saja yang cukup sekedar dilirik (padahal sesungguhnya saya cuma melirik karena enggak paham akan makna berita dan release data ekonomi tersebut). Saat itu saya merasa sudah hebat dengan mengandalkan analisa teknikal dan naluri, yang kalau dihitung secara statistik sesungguh lebih sering rugi dari pada untung. Hanya terkadang saja ada "hoki" yang membuat kerugian tadi tertutupi. Dalam benak saya saat itu, kalau saya rugi $200 dalam sehari, berarti sesungguhnya saya juga punya potensi untuk untung $200, asal tidak salah ambil posisi. Saya berpikir kalau rugi dalam trading adalah biasa. Dan ini yang paling konyol. Saya menjadi orang yang biasa rugi dan rugi adalah kebiasaan trading saya. Menyedihkan. Tapi setelah bangkrut secara sistematis dalam waktu 2 minggu, hingga modal $1.500 hanya tersisa hanya 1% saja, maka mata hati pun mulai terbuka. Baru sadar bahwa saya selama ini bukanlah seorang trader, tapi seorang gambler, jadi wajar kalau seorang gambler jatuh bangkrut. Akhirnya, setelah hampir putus asa, coba-coba mencari hiburan dengan baca-baca lagi website forexfactory. Sungguh mengejutkan, ternyata penunjuk waktunya bisa disesuaikan dengan penunjuk waktu di komputer kita. Selain itu, ada icon yang bisa diklik untuk menjelaskan makna dan arti data ekonomi yang dirilis. Sangat menyedihkan, karena saya sudah memasang forecfactory.com sebagai starter di browser saya selama 6 bulan. Tapi dua hal yang sangat penting tadi nggak pernah saya sadari keberadaannya. Alhamdulillah ...., Engkau telah membuka mata hati ini. Semoga ini menjadikan awal langkah saya untuk lebih jeli, waspada, dan menjadi trader forex yang bijak dan bisa memperoleh keuntungan yang nyata secara konsisten, terus menerus dan berkah. Amiin.

Selasa, 01 Mei 2012

Milad.......

Genap setahun sudah menjalani kehidupan sebagai seorang trader forex. Berbagai pengalaman sudah dirasakan, berbagai strategi sudah dilakukan. Belajar dari para guru dan master forex di berbagai forum pun tidak kurang-kurang lagi.Buku tentang forex ada 3 dan sudah lecek dibaca sana - sini. Tapi..., hari ini saya merintih sedih.... karena saya ternyata belum bisa menjadi trader yang bijak. Saya masih saja bandel, masih saja suka gambling dengan nekat. Dikatakan nekat karena sengaja melawan kata para master, melawan saran / rekomendasi trading dari website yang diikuti, dan bahkan melawan informasi serta berita yang dibaca maupun di dengar di TV (soalnya cari radio yang siarkan berita pergerakan valas ndak ketemu, lha wong tinggalnya ditempat yang sangat ndesit dan nggak kejangkau siaran radio). Ternyata saya memang belum mampu menjinakkan "keliaran" diri saya. Bagaimana tidak liar jika sudah pasang rambu-rambu dengan white board (sebenarnya berwarna biru, mau ditulis blue board kok sepertinya membingungkan) yang lebar dikamar belajar, sudah bikin buku catatan trading dengan kolom-kolom yang dilengkapi 4 dasar analisis. Tapi itu semua saya langggar dengan bangga dan pongah. Buku catatan trading nggak pernah lagi diisi, rambu-rambu diabaikan seolah nggak ada...( nggak ada polisi yang nyemprit sih!) Mau tahu hasil kebandelan dan kepongahan saya ? Modal awal $1,500 saat ini tinggal $15. Miris......? Ya. Sedih ....? Ya. Marah ...? Ya. Menyesal.....? Ya. Menyerahkah ....? Jawabannya adalahhhh....... TIDAK !!!!!