Membaca atawa nonton TV tentang Rupiah lawan USD dan Ringgit lawan USD, jadi sedikit deg-deg an. Tapi cuma sedikit ...., lha wong nggak punya simpanan dana dalm bentuk Ringgit, apalagi US Dollar. Deg- deg an soalnya harga tahu tempe bakal naik. Gimana enggak..., makanan sederhana nan tradisional tapi bahan bakunya internasional.
Tapi kondisi ini justru semakin membuat rame para pemain valas, baik yang online maupun offline. Semakin volatil semakin seru. Semakin berpeluang dapat fulus.
Konon, seperti yang diberitakan disebuah media online, setidak ada beberapa hal yang menyebabkan dunia keuangan (atau keuangan dunia) mengalami 'gonjang-ganjing' , yaitu USD yang menguat secara cepat, pelemahan harga komoditas (terutama BBM dan Batubara) serta kebijakan moneter China untuk mendorong pertumbuhan ekonominya. Apa yang dilakukan pemerintah China dalam bidang ekonomi dan moneter sudah mulai mempengaruhi pergerakan ekonomi dunia. Kata orang, raksasa baru akan muncul, menggantikan dominasi Eropa dan Amerika.
Di negeri ini, ramai dibicarakan bahwa salah satu penyebab melambatnya ekonomi di Republik ini adalah masih rendahnya penyerapan anggaran pemerintah, terutama di daerah. Tahun 2015 akan berakhir 4 bulan lagi, tapi serapan anggaran masih di kisaran 30% (katanya). Tapi menurut data Kemendagri , per 30 Juni 2015, serapan rata-rata di 34 propinsi baru 25%.
Ya..............., tapi apa kaitannya ya...., antara serapan anggaran yang telat, ekonomi melambat dan rupiah yang terjerembab melawan dollar ? Satu lagi tuh, apa kaitan PM Malaysia dengan terpuruknya Ringgit melawan USD ?
Yang punya ide boleh komen, ..... biar rame.
Terimakasih.
Perjalanan panjang seorang trader forex yang jatuh bangun karena kebandelan dan "kengeyelan" nya terhadap mentor dan pengetahuannya sendiri.
Translate
Selasa, 01 September 2015
Sabtu, 15 Agustus 2015
Perang Mata Uang
Pada jaman dahulu kala...., ada perang Bharatayuda.
Pada jaman dahulu kala...., ada perang Badar.
Pada jaman dahulu kala...., ada perang Dunia I.
Disusul dengan perang Dunia II.
Setelah itu, muncul Perang Dingin, yang agak aneh bagi saya.... Perang kok dingin .... emang lempar-lemparan pakai es batu gitu .?
Yang terbaru, adalah perang Mata Uang. Yang ini yang disukai para pemain forex, semakin tinggi volatilitas mata uang antar negara, semakin seru perdagangan valasnya. Kesempatan dapet cuan semakin tinggi. Tapi jangan lupa , jebakan amsyong juga menganga lebar.
Dunia keuangan geger, gegara China sengaja menurunkan nilai mata uangnya , sebagai strategi untuk meningkatkan daya saing produknya di negara lain. Mata uang Yuan yang terus menguat selama beberapa tahun terakhir membuat China khawatir produk - produk ekspornya menjadi terlalu mahal bagi negara lain, karena memang marketing strategi China adalah pada harga yang kompetitif.
Di Amerika, pasar saham anjlok. Di Indonesia, IHSG yang baru naik sedikit kembali rontok, rupiah pun tersungkur sementara waktu.
Rupannya, China mulai memainkan peran mengendalikan pergerakan ekonomi dunia. Amerika dan Eropa pun mulai meredup. Dunia terus berputar.
Pada jaman dahulu kala...., ada perang Badar.
Pada jaman dahulu kala...., ada perang Dunia I.
Disusul dengan perang Dunia II.
Setelah itu, muncul Perang Dingin, yang agak aneh bagi saya.... Perang kok dingin .... emang lempar-lemparan pakai es batu gitu .?
Yang terbaru, adalah perang Mata Uang. Yang ini yang disukai para pemain forex, semakin tinggi volatilitas mata uang antar negara, semakin seru perdagangan valasnya. Kesempatan dapet cuan semakin tinggi. Tapi jangan lupa , jebakan amsyong juga menganga lebar.
Dunia keuangan geger, gegara China sengaja menurunkan nilai mata uangnya , sebagai strategi untuk meningkatkan daya saing produknya di negara lain. Mata uang Yuan yang terus menguat selama beberapa tahun terakhir membuat China khawatir produk - produk ekspornya menjadi terlalu mahal bagi negara lain, karena memang marketing strategi China adalah pada harga yang kompetitif.
Di Amerika, pasar saham anjlok. Di Indonesia, IHSG yang baru naik sedikit kembali rontok, rupiah pun tersungkur sementara waktu.
Rupannya, China mulai memainkan peran mengendalikan pergerakan ekonomi dunia. Amerika dan Eropa pun mulai meredup. Dunia terus berputar.
Jumat, 12 Juni 2015
MOMENTUM BARU
12 Juni 2015 ..... Ndak terasa sudah dua tahun lebih 3 hari bertapa..., tidak buka blog...., tidak nulis, tidak trading ... dan membiarkan blog kleleran ndak terurus. Sibuk dengan dunia antah berantah yang entah punya siapa. Sibuk menjalani rencana orang lain, sampai melalaikan mimpi-mimpi sendiri.
Rasanya seperti terbangun dari tidur yang panjang, terasa melayang dan sedikit melelahkan..., karena berada dalam mimpi orang lain.
Sesaat setelah bangun.., terasa sedikit segar, tapi agak pegel - pegel. Perlu 'ngulet' dulu, rentangkan tangan kanan - kiri , putar badan kiri - kanan..... sambil tarik nafas panjang dan dalam. Ya Allah.., berikanlah hamba-Mu ini kekuatan, keuletan dan ketabahan..
Semoga dengan ijin , ridlho dan hidayah Allah SWT ..., bisa saya mulai lagi perjalanan penuh perjuangan, rejeki yang berlimpah dan penuh kebahagiaan ini.
Selamat pagi semua......
Langganan:
Komentar (Atom)