Banyak orang cerita tentang bisnis , usaha, dagang dan lainnya dengan menggunakan istilah 'main'. Seorang kawan bertanya, "Lagi main apa nih ? ajak-ajak kita donk !". yang ditanya menjawab, "Lagi main beras nih, kemarin ambil dari Karawang 120 ton".
Terkadang kita menggunakan istilah yang lebih prokem sekedar untuk melembutkan atau menyamarkan suatu aktifitas, supaya tidak terlihat terlalu serius, terlalu rendah atau bahkan terlalu keren. Mau dibilang dagang, nanti kesannya pedagang asongan. Mau dibilang usaha, nanti diledekin kayak sudah jadi pengusaha besar aja. Mau dibilang bisnis, malu karena nilainya yang belum besar-besar amat.
Tanpa kita sadari bahwa penggunaan istilah itu akan mempengaruhi pikiran bawah sadar kita, juga pikiran sadar kita bahkan sampai mempengaruhi tindakan, perilaku dan kebiasaan kita.
Saya salah satu contohnya, sewaktu memulai usaha jualan air kemasan,kalau ada temen yang nanya selalu saya bilang, " Ya mumpung saat ini status saya masih kerja, buat belajar, persiapan nanti kalau sudah ndak kerja lagi". atau " Buat kegiatan istri saya, biar belajar dagang, nanti kalau sudah nggak disini sudah mengerti bagaimana caranya berdagang". Jawaban merendah yang cukup klise.
Akhirnya setelah 2 tahun dijalani, apa yang didapat?
Yang kami dapat persis seperti yang saya katakan ketika ditanya orang-orang, yang intisarinya ada dua, yaitu belajar (hasilnya saya dapat pelajaran) dan kegiatan istri saya (hasilnya ya istri saya sibuk dan capek).
Sekarang saya masuk ke dunia trading Forex, dan sudah setahun setengah dengan grafik akhir merugi. Kenapa ?
Ini kutipan dari blognya pak William Perkasa :
"Mungkin karena pemahaman dan pengetahuan tentang forex kita yang sedikit itu (tidak juga), ataukah karena kita baru kenal konsep investasi ini (mungkin tidak juga) atau karena kita tidak percaya dengan kemampuan kita sehingga kita menyerahkan investasi forex ini kepada orang lain agar berhasil (tetapi tidak juga).
Intinya agar berhasil dibisnis ini kita harus memahami konsep bisnis ini. Ingat di forex kita investasi bukan main forex. Jangan investasi di forex dibuat mainan. Ini lah yg utama yg membuat rata2 yg berinvestasi disini selalu merugi karena dibuat mainan. Yach gimana yang namanya mainan pasti tidak diseriusi, sudah siap kah kita menjalani bisnis investasi ini ? kalau tidak abaikan saja thread ini jgn dibaca karena investasi ini tidak cocok dengan ANDA."
Dihadapan teman-teman, saya masih menggunakan istilah 'main Forex', atau terkadang 'Forex itu mainan anak lelaki'.
Astaghfirulloh ......., ternyata selama ini saya masih bermain-main.
Perjalanan panjang seorang trader forex yang jatuh bangun karena kebandelan dan "kengeyelan" nya terhadap mentor dan pengetahuannya sendiri.
Translate
Selasa, 04 Desember 2012
Jumat, 23 November 2012
Inilah berita yang lalai dibaca ......, baru dibaca setelah mengalami kerugian besar. (Sebuah analisis yang terlambat dilakukan)
Kepercayaan bisnis Jerman secara tak terduga naik dari terendah dalam 2 1/2 tahun pada bulan November, menandakan bahwa kekuatan terbesar ekonomi Eropa akan segera menguat kembali.
Ifo institute, yang berbasis di Munich mengatakan, indeks iklim usaha naik menjadi 101.4 dari 100 pada bulan Oktober, kenaikan pertama dalam delapan bulan, data ini dipublikasikan berdasarkan survei terhadap 7.000 eksekutif. Para ekonom memperkirakan penurunan ke 99,5, menurut median dari 48 perkiraan dalam survei Bloomberg News. Kepercayaan bisnis Perancis meningkat dari terendah dalam lebih dari tiga tahun bulan ini, sebuah laporan terpisah menunjukkan hal tersebut hari ini.
(Demikian kata mbah Bloomberg.com)
$543, hanya dalam 4 jam.
Meski sudah lebih dari satu tahun main life forex, masih saja abai terhadap prinsip dasar forex. Konsep kerugian maksimal 20% dari modal diabaikan juga.
Belum lagi berita perkembangan ekonomi Eropa yang tiba - tiba menjadi kinclong diluar perkiraan,meskipun sesungguhnya cuma Jerman yang kincling tetapi ternyata mewakili pergerakan duit Euro yang naik secara drastis.
Akhirnya, kesuksesan 2 minggu berturut-turut hannya habis dalam waktu 4 jam saja, ilang lenyap $543.
Kamis, 17 Mei 2012
Akhirnya masuk juga .....
Setelah satu minggu menunggu dengan berdebar-debar, akhirnya deposit $260 US bisa masuk juga.
Yang membuat jantung dag-dig-dug, saat transfer dua kali terjadi kegagalan. Dicek posisi saldo, masih utuh. Amaan berarti.
Tetapi esok pagi, cek saldo ternyata sudah terjadi debet. Dicek ke inquiry transaksi, sudah terjadi transfer. Lihat ke history "transaksi sukses", tidak ada. Bukti bahwa tranfer telah sukses juga tak ada.
Masih penasaran, cek ke email, tidak ada konfirmasi bahwa transfer berhasil. Ya Alloh... hanya kepadaMu hambamu ini mohon pertolongan.
Tunggu 5 hari,... tidak ada perkembangan. Telpon ke layanan call centre. Jawabanya akan dicek. Nunggu lagi 2 hari, belum ada perkembanan. Pasrah deh....
Tapi pagi tadi, tiba - tiba udah muncul deposit $245. Alhamdulillah.., ndak papa kepotong $15, yang entah siapa yang motong. Bank apa dealer ? terserah deh..., yang penting hari ini bisa trading di dealer baru dan langsung dapat profit $10, InsyaAlloh.
Rabu, 09 Mei 2012
Kembali tersungkur
Setelah sempat bangkit dari keterpurukan pada minggu lalu, 3 hari ini kembali tersungkur.
Butuh ketahanan extra untuk bertahan di forex trading.
Saya nggak tahu seberapa kuat saya bertahan, tapi saya tetap mencoba untuk menjadi bola karet yang tahan banting, tahan benturan dan tahan begadang.
Jumat, 04 Mei 2012
Bangkrut dulu ....., baru mau belajar dan berhati-hati.
Setelah mengalami kebangkrutan yang parah, banyak orang baru sadar bahwa selama ini banyak kekeliruan dan kesalahan. Termasuk juga saya.
Kemarin sebelum bangkrut, saya merasa sudah menjadi trader jagoan, yang menganggap berita dan release data di forexfactory adalah informasi biasa-biasa saja yang cukup sekedar dilirik (padahal sesungguhnya saya cuma melirik karena enggak paham akan makna berita dan release data ekonomi tersebut).
Saat itu saya merasa sudah hebat dengan mengandalkan analisa teknikal dan naluri, yang kalau dihitung secara statistik sesungguh lebih sering rugi dari pada untung. Hanya terkadang saja ada "hoki" yang membuat kerugian tadi tertutupi.
Dalam benak saya saat itu, kalau saya rugi $200 dalam sehari, berarti sesungguhnya saya juga punya potensi untuk untung $200, asal tidak salah ambil posisi. Saya berpikir kalau rugi dalam trading adalah biasa. Dan ini yang paling konyol. Saya menjadi orang yang biasa rugi dan rugi adalah kebiasaan trading saya. Menyedihkan.
Tapi setelah bangkrut secara sistematis dalam waktu 2 minggu, hingga modal $1.500 hanya tersisa hanya 1% saja, maka mata hati pun mulai terbuka. Baru sadar bahwa saya selama ini bukanlah seorang trader, tapi seorang gambler, jadi wajar kalau seorang gambler jatuh bangkrut.
Akhirnya, setelah hampir putus asa, coba-coba mencari hiburan dengan baca-baca lagi website forexfactory. Sungguh mengejutkan, ternyata penunjuk waktunya bisa disesuaikan dengan penunjuk waktu di komputer kita. Selain itu, ada icon yang bisa diklik untuk menjelaskan makna dan arti data ekonomi yang dirilis.
Sangat menyedihkan, karena saya sudah memasang forecfactory.com sebagai starter di browser saya selama 6 bulan. Tapi dua hal yang sangat penting tadi nggak pernah saya sadari keberadaannya.
Alhamdulillah ...., Engkau telah membuka mata hati ini. Semoga ini menjadikan awal langkah saya untuk lebih jeli, waspada, dan menjadi trader forex yang bijak dan bisa memperoleh keuntungan yang nyata secara konsisten, terus menerus dan berkah.
Amiin.
Selasa, 01 Mei 2012
Milad.......
Genap setahun sudah menjalani kehidupan sebagai seorang trader forex.
Berbagai pengalaman sudah dirasakan, berbagai strategi sudah dilakukan.
Belajar dari para guru dan master forex di berbagai forum pun tidak kurang-kurang lagi.Buku tentang forex ada 3 dan sudah lecek dibaca sana - sini.
Tapi..., hari ini saya merintih sedih.... karena saya ternyata belum bisa menjadi trader yang bijak. Saya masih saja bandel, masih saja suka gambling dengan nekat. Dikatakan nekat karena sengaja melawan kata para master, melawan saran / rekomendasi trading dari website yang diikuti, dan bahkan melawan informasi serta berita yang dibaca maupun di dengar di TV (soalnya cari radio yang siarkan berita pergerakan valas ndak ketemu, lha wong tinggalnya ditempat yang sangat ndesit dan nggak kejangkau siaran radio).
Ternyata saya memang belum mampu menjinakkan "keliaran" diri saya. Bagaimana tidak liar jika sudah pasang rambu-rambu dengan white board (sebenarnya berwarna biru, mau ditulis blue board kok sepertinya membingungkan) yang lebar dikamar belajar, sudah bikin buku catatan trading dengan kolom-kolom yang dilengkapi 4 dasar analisis. Tapi itu semua saya langggar dengan bangga dan pongah. Buku catatan trading nggak pernah lagi diisi, rambu-rambu diabaikan seolah nggak ada...( nggak ada polisi yang nyemprit sih!)
Mau tahu hasil kebandelan dan kepongahan saya ?
Modal awal $1,500 saat ini tinggal $15.
Miris......? Ya.
Sedih ....? Ya.
Marah ...? Ya.
Menyesal.....? Ya.
Menyerahkah ....?
Jawabannya adalahhhh.......
TIDAK !!!!!
Sabtu, 28 April 2012
Sulitnya DISIPLIN....
Kalau ditanya, apa yang paling sulit dalam menjalankan usaha ?
Banyak orang menjawab dengan urutan :
1. Tidak ada modal dan sarana
2. Tidak ada koneksi
3. Banyaknya saingan.
Sepintas, jawaban tadi semua sangat masuk akal, termasuk urutannya. Kemudian ketika usaha yang kita jalankan ternyata gagal dan bangkrut, maka ketiga hal diatas akan segera menjadi kambing hitam yang siap dikambinghitamkan, dan mereka bertiga tidak akan membela diri sama sekali.
Yang mengherankan tetapi juga harus dimaklumi (alias tidak boleh heran), jarang sekali kita menjawab dan mengintropeksi diri bahwa kegagalan usaha lebih banyak disebabkan oleh :
1. Kurang pengetahuan
2. Malas
3. Kurang ulet
4. Kurang fokus
3. Kurang disiplin
Dalam forex trading, 3 hal yang layak dikambinghitamkan tadi hampir-hampir tidak berlaku, lha wong modal juga bisa kecil-kecilan, koneksi alias KKN tidak diperlukan, saingan ? belum pernah dengar ada perebutan lahan dalam forex trading. Beda dengan bisnis parkir liar dan jualan narkoba, yang sering tawuran gara-gara rebutan lahan.
Ok, mari kita selesaikan dan atasi kekurangan dan kelemahan kita dari point 1 sampai 4 , seabrek buku dan sederet website teori trading sudah menjadi langganan bacaan, berbagai berita ekonomi, politik dan perdagangan internasional sudah kita ikuti, , tapi masih sering tersungkur juga...
Ternyata hal yang paling sulit untuk kita kendalikan adalah kelakuan kita, yang nggak konsisten menjalankan aturan, target, maupun sistem trading. Singkatnya , tantangan terbesar dalam trading forex adalah menjadi trader yang DISIPLIN.
Kamis, 26 April 2012
Masih berlanjut.....
Minggu ini masih sama kelamnya dengan minggu kemarin. Prediksi yang penuh emosional karena kerugian $200 justru semakin membuat terpuruk.
satu minggu yang penuh volatilitas harus diamati dengan mata dan hati yang lebih luas.
Sabar...........
Senin, 23 April 2012
Hanya butuh 1 minggu.......
Minggu kemarin adalah minggu yang kelam, tapi sekaligus membuka mata. Mata kepala, mata hati maupun mata ketiga.
Gimana ndak kelam kalau kehilangan $200 hanya dalam seminggu. Padahal minggu sebelumnya cuma dapat $100.
Kata banyak orang, hanya trader bijak yang bisa untung secara konstan. Kalau orang macam saya, katanya masih dalam taraf sangat pemula, yang untung 100 kemudian rugi 200.
Rasanya memang butuh kesabaran yang ruaaar biasa...., selain itu juga mesti super cermat, buka lebar-lebar mata dan telinga kita terhadap berita internasional.
Satu hal yang paling sulit saya kedalikan, yaitu sifat ngeyel, nafsu serakah dan keinginan untuk coba-coba alias gambling. Karena trading bukan gambling..., meskipun sama - sama ada resiko kehilangan.
Tapi toh kejadian minggu kemarin ada hikmahnya, biasanya saya abaikan berita dan kalender di forexfactory.com.
Saya abaikan karena kadang saya nggak percaya efeknya terhadap pergerakan forex, yang kedua sesungguhnya saya kurang paham bagaimana memahami berita yang disampaikan. Tapi dengan pengalaman pahit minggu lalu, saat ini saya sudah mulai bisa memahami makna berita dan economic calendar yang ada disana.
Alhamdulillah.
Selasa, 17 April 2012
Pengantar.....
Sebuah catatan perjalanan tentunya berbeda dengan komentar dan analisis seorang ahli, meskipun bisa saja disini akan tertulis pendapat dan opini yang mungkin mengarah ke sebuah analisis. akan tetapi dalam hal ini, tidak ada keharusan ataupun tuntutan bahwa opini pada blog ini harus didasarkan teori baku disiplin ilmu tertentu.
Sebuah catatan perjalanan, blog trading forex ini akan mencatat segala pahit getir dan manisnya pengalaman menjadi trader, yang saat ini masih kecil-kecilan. Suatu saat nanti, saya yakin bahwa saya bisa menjadi trader besar yang mampu membiayai dan mengentaskan banyak kefakiran dan kemiskinan disekitar saya.
Amiin.
Sebuah catatan perjalanan, blog trading forex ini akan mencatat segala pahit getir dan manisnya pengalaman menjadi trader, yang saat ini masih kecil-kecilan. Suatu saat nanti, saya yakin bahwa saya bisa menjadi trader besar yang mampu membiayai dan mengentaskan banyak kefakiran dan kemiskinan disekitar saya.
Amiin.
Sebuah Mukaddimah.....
Hari ini..,
baru saya sadari bahwa sudah hampir satu tahun merintis karir baru sebagai trader forex.
Perjalanan panjang, sudah hampir satu tahun dilalui tetapi masih tanpa perubahan berarti.
Berbagai macam pengalaman, yang kadang untung kecil, kadang juga rugi besar, semua terasa mendebarkan, memacu adrenalin. Yang ketika menjadi terlalu deras terkadang harus dikendalikan dengan beberapa batang Marlboro.
Selama ini, tidak pernah ada catatan perjalanan yang saya tulis sebagai rekam jejak perjuangan seorang trader. Untuk itu, mulai hari ini saya ingin membuat jurnal perjalanan saya sebagai trader forex. Harapannya, catatan ini sebagai bahan evaluasi dan bahan cerita perjuangan seorang bapak dari 2 orang anak laki-laki, yang mati-matian berusaha mempersiapkan biaya untuk bekal perjuangan anak-anaknya menjadi orang mapan secara mental dan financial (lha wong biaya sekolah jadi mahalll minta ampun…jee).
Semoga rasa malas menulis dan tidak mood yang terlalu sering menguasi diri saya segera menyingkir jauh... Amiin.
baru saya sadari bahwa sudah hampir satu tahun merintis karir baru sebagai trader forex.
Perjalanan panjang, sudah hampir satu tahun dilalui tetapi masih tanpa perubahan berarti.
Berbagai macam pengalaman, yang kadang untung kecil, kadang juga rugi besar, semua terasa mendebarkan, memacu adrenalin. Yang ketika menjadi terlalu deras terkadang harus dikendalikan dengan beberapa batang Marlboro.
Selama ini, tidak pernah ada catatan perjalanan yang saya tulis sebagai rekam jejak perjuangan seorang trader. Untuk itu, mulai hari ini saya ingin membuat jurnal perjalanan saya sebagai trader forex. Harapannya, catatan ini sebagai bahan evaluasi dan bahan cerita perjuangan seorang bapak dari 2 orang anak laki-laki, yang mati-matian berusaha mempersiapkan biaya untuk bekal perjuangan anak-anaknya menjadi orang mapan secara mental dan financial (lha wong biaya sekolah jadi mahalll minta ampun…jee).
Semoga rasa malas menulis dan tidak mood yang terlalu sering menguasi diri saya segera menyingkir jauh... Amiin.
Langganan:
Komentar (Atom)